Ali : 90 persen Rumpon milik pengusaha ikan
![]() |
| KM Nelayan Mas Mulia |
Desa Tangnga-Tangnga kecamatan Tinambung kabupaten Polewali Mandar memiliki jumlah penduduk kurang lebih dua ribu jiwa.dan sekitar 70 persen diantaranya hidup dan bermukim di sekitar wilayah pesisir. Sebagian besar diantaranya menggantungkan hidup kepada keberadaan sumberdaya alam pesisir dan lautan. Sehingga tidak mengherankan jika sebagian besar kegiatan dan aktivitas sehari-harinya selalu berkaitan dengan keberadaan sumberdaya di sekitarnya.
Ketergantungan masyarakat terhadap sektor kelautan ini memberikan identitas tersendiri sebagai masyarakat pesisir dengan pola hidup dan karakteristik tersendiri, Mereka menjadi pelaku utama dalam pembangunan kelautan dan perikanan, serta pembentuk suatu budaya dalam kehidupan masyarakat pesisir. Banyak diantaranya faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat pesisir menjadi suatu komunitas yang terbelakang atau bahkan terisolasi sehingga masih jauh untuk menjadikan semua masyarakat setempat sejahtera.Ali salah satu nelayan mengatakan sudah puluhan tahun saya melaut harga ikan begitu terus tidak pernah naik kalau turun sering, rumpon yang terpasang di laut sana 90 persen adalah milik pengusaha ikan, karena kita ikut aturan ikan yang kita dapat di rumpon A otomotis yang ambil ikan nya si pengusaha A juga, beli nya pun suka suka dia, nelayan tidak bisa berkembang dengan baik karena keterbasan modal tidak bisa bikin rumpon sendiri ( Fish Apartement ), karena tidak punya rumpon dan dipastikan tidak akan bisa tingkatkan hasil pendapatan,"tuturnya
![]() |
| Hasil tangkapan Abk mas mulia |
Masalah kemiskinan nelayan yang bersifat multidimensi dan untuk menyelesaikannya diperlukan solusi yang menyeluruh, karena itu harus diketahui akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan pada nelayan. Terdapat beberapa aspek yang menyebabkan terpeliharanya kemiskinan nelayan atau masyarakat pinggiran pantai, diantaranya; Kebijakan pemerintah yang tidak memihak pada masyarakat miskin, dijadikan masyarakat sebagai objek, bukan subjek. Karakteristik lain yang sangat mencolok di kalangan masyarakat pesisir kampung Marica Desa Tangnga-Tangnga khususnya nelayan adalah ketergantungan mereka pada musim. Ketergantungan pada musim ini akan semakin besar pada nelayan kecil.
Rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan yang digunakan nelayan berpengaruh pada cara dalam menangkap ikan, keterbatasan dalam pemahaman akan teknologi, menjadikan kualitas dan kuantitas. Pada musim penangkapan, para nelayan akan sangat sibuk melaut. Sebaliknya pada musim peceklik ( wattu timur ) kegiatan melaut menjadi berkurang sehingga banyak nelayan yang terpaksa menganggur. Keadaan ini mempunyai implikasi besar terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat pantai secara umum dan kaum nelayan khususnya. Mereka mungkin mampu membeli barang-barang yang mahal pada musim tangkap. Namun pada musim peceklik, pendapatan mereka drastis menurun sehingga kehidupan mereka juga semakin buruk. sehingga banyak dari nelayan-nelayan tersebut yang harus meminjam uang bahkan menjual barang-barang mereka untuk memenuhi kebutuhannya. ( Balanipa )nelayan



No comments:
Post a Comment