Seorang Ibu di Polewali Mandar Melahirkan Dua Bayi Dalam Waktu Dua Bulan
Bayi Pertama Lahir Bertepatan Gerhana Matahari Total
TB, - Jika lazimnya seorang perempuan butuh waktu sembilan bulan untuk mengandung hingga melahirkan, namun tidak bagi Annisa (25) seorang ibu yang tinggal di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hanya dalam kurun waktu dua bulan ia melahirkan dua kali.
Bayi pertama Annisa lahir pada tanggal 9 Maret 2016 bertepatan dengan terjadinya Fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT), karena lahir saat gerhana bayi berjenis kelamin laki-laki itu pun diberi nama Dava Putra Gerhana. Usai melahirkan anak pertama, Annisa pun beraktifitas seperti biasa layaknya ibu yang baru saja bersalin.
"Anak saya yang lahir pertama diberi nama Dava Putra Gerhana karena lahir pas gerhana matahari total pada bulan Maret lalu,” tutur Annisa kepada media ini.
Namun berselang dua bulan kemudian, Annisa tiba-tiba merasakan sakit perut luar biasa layaknya orang akan melahirkan, dan benar saja Annisa kembali melahirkan seorang bayi perempuan dengan hanya dibantu oleh tetangganya. Bayi perempuan yang lahir hanya berjarak dua bulan dengan anak pertamanya tersebut diberi nama Devi Putri Inayah.
Menurut Annisa, tidak ada tanda-tanda jika dirinya akan melahirkan dua bayi dalam kurun waktu dua bulan, pasalnya saat melahirkan Dava Putra Gerhana melalui persalinan normal di rumah, perutnya sudah mengecil. usai melahirkan putranya tersebut, ia pun langsung beraktivitas seperti biasa membantu kakaknya yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan
“Tidak ada tanda-tanda jika saya akan kembali melahirkan untuk kedua kalinya karena perut saya sudah mengecil, namun saya tiba-tiba sakit perut kayak orang mau melahirkan dan ternyata saya benar-benar kembali melahirkan anak kedua,” cerita Annisa dengan wajah bahagia.
Annisa sendiri bukanlah warga Desa Karama Kecamatan Tinambung, ibu yang melahirkan dua kali dalam dua bulan ini adalah warga Donggala, Sulawesi Tengah dan menumpang di rumah kosong di Desa Karama. Annisa mengikuti kakaknya di Desa karama yang berprofesi sebagai nelayan karena telah diceraikan suaminya enam bulan silam saat ia sedang mengandung.
“Saya hanya menumpang di rumah orang di sini, saya ikut kakak yang bekerja sebagai nelayan di sini,” ungkapnya.
Meski hidup dalam serba kesusahan lantaran ditinggal cerai suaminya, namun Annisa mengaku sangat senang dan bersyukur dianugrahi dua anak sekaligus dalam kurun waktu dua bulan. (anto/guf)